Obat Antibiotik Untuk Gusi Bengkak

Antibiotik Untuk Gusi Bengkak

Antibiotik Untuk Gusi Bengkak - Pemakaian antibiotik untuk gusi bengkak perlu sesuai dengan pemicu serta keparahan situasi ini. Gusi bengkak yang mudah umumnya bisa pulih sendiri cukup dengan perawatan di rumah. Namun, bila telah kronis, gusi bengkak kemungkinan perlu diobati dengan antibiotik dari dokter.

Gusi bengkak adalah permasalahan kesehatan gigi serta mulut yang cukup seringkali terjadi. Keluh kesah gusi bengkak umumnya diiringi tanda-tanda lain, seperti rasa ngilu di gusi, berbau napas tidak enak, dan keluar darah dari celah gigi serta gusi, khususnya waktu menyikat gigi.

Pemakaian Antibiotik untuk Gusi Bengkak

Apa Saja Pemicu Gusi Bengkak?

Berlangsungnya gusi bengkak dapat dikarenakan oleh banyak hal, salah satunya:

  • Gingivitis

Keluh kesah gusi bengkak seringkali dikarenakan oleh radang gingivitis atau gusi. Situasi ini umumnya berlangsung sebab infeksi bakteri di gusi atau kebersihan gigi serta mulut yang kurang terjaga.

Bila tidak diobati, gingivitis bisa mengakibatkan kerusakan gigi serta gusi yang periodontitis atau kronis. Pada situasi berikut, dibutuhkan pemakaian antibiotik untuk gusi lebam.

  • Infeksi virus serta jamur

Gusi bengkak kadang dapat juga dikarenakan oleh infeksi virus, seperti virus herpes virus coxsackie dan simpleks. Kecuali bengkak, infeksi virus itu dapat membuat gusi serta mulut terluka, dan ada lepuhan merasa nyeri.

Gusi bengkak dapat berlangsung karena infeksi jamur Candida albicans pada mulut. Situasi ini diketahui dengan arti oral kandidiasis mulut atau thrush. Infeksi jamur ini dapat membuat gusi, lidah, serta mulut berasa ngilu, gampang berdarah, serta terlihat ditutupi oleh susunan putih.

Pemberian antibiotik untuk gusi bengkak tidak dapat menangani infeksi jamur atau virus. Ini sebab obat antiobiotik hanya untuk menangani infeksi bakteri.

  • Kehamilan

Gusi bengkak waktu hamil dikarenakan oleh perkembangan kandungan hormon semasa kehamilan yang bisa tingkatkan saluran darah di gusi serta mengakibatkan gusi gampang alami bengkak dan iritasi.

Situasi ini bisa pulih sendirinya tanpa ada penyembuhan apa pun. Sebab gusi bengkak karena impak hormon pada kehamilan tidak terkait dengan infeksi bakteri, pemakaian antibiotik untuk gusi bengkak pun tidak diperlukan.

  • Kekurangan nutrisi

Gusi bengkak dapat jadi sinyal atau tanda-tanda minimnya nutrisi spesifik, seperti vitamin C, vitamin A, serta vitamin B, protein, zat zinc, dan besi. Disamping itu, kekurangan anti-oksidan dapat mengakibatkan gusi jadi gampang meradang dan bengkak.

Jika pemicu gusi bengkak ialah kekurangan nutrisi, tidak dibutuhkan pemakaian antibiotik. Walau demikian, kekurangan nutrisi bisa membuat ketahanan badan serta jaringan menurun, hingga gampang berlangsung infeksi pada mulut dan gusi. Jika terjadi infeksi bakteri, baru pemakaian antibiotik untuk gusi bengkak diperlukan.

Apa Gusi Bengkak Harus Diobati dengan Antibiotik?

Tidak semua masalah gusi bengkak perlu diobati dengan antibiotik. Antibiotik untuk gusi bengkak tidak dibutuhkan jika situasi ini dikarenakan oleh infeksi virus, infeksi jamur, kekurangan nutrisi, atau kehamilan.

Pemakaian antibiotik cuma dianjurkan untuk menyembuhkan radang gusi berat, yakni radang gusi yang dibarengi bengkak kronis, demam, bernanah, bengkak kelenjar getah bening, dan mengakibatkan gigi tanggal.

Pemberian antibiotik pada masalah radang gusi yang kronis mempunyai tujuan untuk memberantas bakteri di gusi, dan menahan bakteri menebar ke sisi gusi atau organ badan yang lain, seperti rongga jantung dan sinus.

Beberapa macam antibiotik untuk gusi bengkak yang biasa diberi oleh dokter ialah:


  1. Amoxicillin
  2. Metronidazole
  3. Erythtromycin
  4. Clindamycin
  5. Doxycycline
  6. Tetracycline
  7. Minocycline

Untuk tentukan tipe antibiotik untuk gusi bengkak yang pas, dibutuhkan kontrol oleh dokter gigi ditambah dulu.

Apa Antibiotik untuk Gusi Bengkak Harus Dikonsumsi Sampai Habis?

Walau bengkak pada gusi telah lebih baik sesudah konsumsi antibiotik, Anda harus tetap habiskan antibiotik yang sudah diresepkan dokter.

Masalahnya bila pemakaian antibiotik disetop begitu cepat, dapat jadi infeksi pada gusi belum betul-betul pulih. Disamping itu, bakteri pemicu infeksi juga dapat jadi kebal pada antibiotik itu. Mengakibatkan, gusi dapat kembali lagi bengkak serta malah makin susah untuk diobati.

Pemakaian antibiotik yang tidak pada tempatnya dapat juga tingkatkan efek bakteri jadi kebal pada antibiotik. Oleh karenanya, Anda dianjurkan tidak untuk asal-asalan memakai antibiotik untuk gusi bengkak atau hentikan pemakaiannya tanpa ada sepengetahuan dokter.

Untuk menahan berlangsungnya gusi bengkak, Anda perlu teratur menggosok gigi 2 kali satu hari serta memakai benang gigi, kurangi rutinitas konsumsi minuman dan makanan yang manis, minum air putih yang cukup, dan teratur lakukan kontrol ke dokter gigi tiap enam bulan sekali.

Post a Comment for "Obat Antibiotik Untuk Gusi Bengkak"

Berlangganan via Email